What about you?

Namaku bermakna ikhlas, tapi entah sikapku

Kerja-kerjaku atas nama dakwah, tapi entah ikhlas?

Kata mama, kalau kau mau mengukur kadar ikhlas dirimu, maka cobalah melakukan sesuatu dan setelah itu perhatikan apakah kau merasa terlalu lelah? apakah kau serasa mau mengulur-ulur waktu kerjamu? atau apakah kau merasa terlalu, terlalu, terlalu segalanya?

Mungkin belum ikhlas sayang!

ikhlas bukan salah satu massa atau volume yang bisa diukur

lantas, aku harus bagaimana? Namaku berarti ikhlas, tapi entah tapakku?

What about you?

give me one more solution about the meaning of ‘GambarSincere’

Iklan

Garuda Keadilan

Garuda Keadilan

This is about my new organisation. Named “GARUDA KEADILAN WIL Sulawesi Selatan”, because I still living in south Sulawesi. I as secretary, and my treasurer named Syahidah, and the number one person at this organisation also named Salman al-Farisi. Lets work! work!work!. because our parents not all for we. But also for Ummat!

There Was Nothing

Kamu, Diam-diam menangis mengalir deras

segalanya membuatmu sedikit bergidik

sampai tak bisa melupakan, benar-benar sulit

menghapusku seberapapun banyaknya bening tak terhitung

Kumohon, jangan sedikitpun mengganggu dengan perkataanmu yang sebenarnya tak kau inginkan

Aku terasing, bahkan dalam mimpiku sendiri

dengarkan! tak ada yang sedang OK disini!

tapi tidak ada yang terjadi, tenang saja

meski tiap malam kau terbangun karenaku

Mengulangi hati seperti bibir yang terucap

kau akan kehilangan dengan diam

takut menghapusnya seberapa banyakpun

Kumohon, jangan sedikitpun mengganggu dengan perkataanmu yang sebenarnya tak kau inginkan

tidak ada yang lagi OK disini.

sekali lagi begitu

Melalui tengah malam

lalu terbangun lagi.

 

Beludru. Be- a Lu and a Du ^.^

Intisari Madah Ust. Setiawan pada IMM Vol. 1

Hari ini sebuah perubahan besar dalam diriku insya Allah terjadi, di subuh tadi meskipun tidak begitu cepet bangunnya alias telat setengah gajah tapi tetap semangat mengingat ini hari pertama sekaligus kuliah pertama di Institut Murabbi Makassar. Karena kuliahnya di mulai jam 8, dan kebetulan aku diberi amanah untuk menjadi panitia registrasi jadi diriku sahnya berada di lokasi sekitar jam 7.30, awalnya di mulai dengan senam PKS Nusantara di asrama bareng teman-teman krn gak sempet ke lokasi senam.

Inti dari curhatan siang ini adalah, hari ini wajib dicatat sebagai hari bersejarah. Materi pertama yang sempat dibawakan oleh ust. Setiawan berjudul ‘Motivasi Sang Murobbi’. Meskipun diriku belum pernah membina, yah minimal Dudu dulu lah yang dibina, hehehe. Oke du, denger intisari dari materi tadi yah, karena dirimu tak sempat aku bawa.

Yang pertama, seorang Murobbi adalah seorang pembina, pemimpin yang patutnya mengetahui bagaimana itu Islam yang Syamil. Bahwa Ahammiyatuttarbiyah sudah harus tertanam dalam diri seorang murobbi yang insya Allah akan membina sekian banyak orang yang seharusnya terbina dalam lingkungan Islam. Islam tidak boleh sama sekali dipisahkan dari kehidupan, bagaimanapun kehidupan itu. Contohnya dalam politik, ekonomi, pendidikan formal-nonformal dll. Semuanya seharusnya tetap bersandar pada sebuah dinding kokoh bernama Islam. Karena Islam mengatur semua aspek kehidupan yang kemudian dibawa oleh para Anbiya, Shahabat dan Tentunya kita insya Allah. Singkatnya, islam itu agama yang sempurna.

Berikutnya, Seorang Murabbi sudah tentu harus mengedepankan niat dan kesungguhan. Dan setelah kedua aspek penting tersebut selalu ada peranan dan tanggung jawab seorang Murabbi. Seorang Murobbi dikatakan dalam kurikulum IMM ialah orang yang melaksanakan proses tarbiyah mutarabbi, dengan fokus kerja pada pembentukan pribadi muslim shalih mushlih, yang memperhatikan aspek pemeliharaan(Ar-riayah), pengembangan (at-tanmiah), dan pengarahan (at-taujih), serta pemberdayaan (at-tauzhif). Jadi dari ke-empat aspek tersebut seorang Murobbi tidak lepas dari Tujuan dan Peranan. Nah, yang sempat diriku tangkap tadi bahwa peranan seorang Murobbi yang paling utama adalah Pewarisan ilmu, akhlaq yang dikemas dengan nama (dakwah). Rasulullah saw. sebagai Murabbi pertama dalam Dakwah ini mewariskan sedikitnya empat aspek besar yaitu:

  1. Nilai-Nilai kehidupan, Seorang Murabbi selaiknya mewariskan nilai pertama ini sebaik-baiknya, karena sebagian cerminan dari Mutarabbi adalah Murabbinya sendiri. Bagaimana seorang Murabbi menjalani aktivitas sehari-harinya, bagaimana seorang murabbi menyelesaikan masalahnya, sampai hal terkecilpun bagaimana seorang murabbi terhadap kebersihan dirinya, lingkungannya, cara makannnya, dll yang menyangkut nilai kehidupan itu sendiri. Contoh terbesar yang saat ini kita lihat adalah Rasulullah Muhammad saw yang memiliki akhlaq al-Qur’an-uswatun hasanah-beliau suri tauladan yang paling baik. Bahkan sejak kedatangan Islam beliau adalah orang yang paling dipercaya bangsa Arab yang di beri julukan al-amin. Dan cerminan nilai kehidupan yang diwariskan Beliau adalah seluruh sahabatnya, baik itu Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Ubaidah, dll yang merupakan orang-orang terbaik di zamannya, yang dijamin kehidupannya akan berlanjut di akhirat. Bagaimana kita dengan mereka ? bahkan dari 72 sahabat Rasulullah, hanya 12 dari mereka yang kemudian beliau angkat jadi Murabbi, lalu ? sekelas apa kita dengan 72-12 orang itu ? masihkah tertanam rasa sombong karena telah bertarbiyah sekian tahun tapi niatnya tidak pernah tulus melainkan hanya ria ? ingin di lihat orang, atau karena ingin di pandang terpercaya oleh ummi dan abi. Bertahun-tahun tarbiyah, apa yang telah kita hasilkan ? dudu ? adakah kamu berubah setelah kubina setahun ini ? sangat menyedihkan.
  2.  Pengetahuan (Knowledge) yang selalu di upgrade. Kesyumuliatulnya Islam itu ada karena dia berkembang dari zaman ke zaman mengikuti alur perkembangan. Seumpama makanan yang diam ditempat atau di atas penggorengan akan berbeda hasilnya dengan yang selalu di aduk. Pengetahuan seperti itu, jika di aduk dengan benar akan merata dengan baik pula. Salah satu muwasofat tarbiyah adalah memiliki pengetahuan yang luas karena setiap aktivitas seorang itu tergantung bagaimana wawasannya. “amal itu dedikasi pengetahuan”
  3. Skil atau keterampilan. Seorang murabbi harus dibekali dengan keterampilan menejemen pengendalian diri. Agar bisa menciptakan rasa muraqabatullah pada diri binaan. Selain itu keterampilan leadership, merasa dan membuat binaan terasa memimpin, menciptakan suasana pemimpin bukan berarti mendamba jabatan, tapi menghadirkan rasa tanggung jawab yang besar terhadap amanah. Ada juga keterampilan relationship, keterampilan alay yang berupa rasa kepedulian yang sangat tinggi kepada binaan, keterampilan menggombal dan sok kenal sok dekat agar binaan merasa disayangi dan diperhatikan.
  4. Mentalitas. Seorang murabbi di haruskan memiliki mentalitas dan tidak block pada suatu kejadian. Mentalitas pembelajaran yaitu mentalitas dan semangat jiwa pembelajar dan penebar manfaat. Al-Qur’an menunggu untuk di ambil sarimurninya. Terlalu banyak ilmu yang belum termiliki oleh diri kita di al-Qur’an, tapi bukan berarti kita harus memilikinya semua dahulu lalu menjadi murabbi. Tidak ! karena akan memakan waktu yang cukup lama, yang penting kita mengikuti peran sebagai salah satu dari sekian juta orang yang mendapat peran dan amanah penting dari langit. Berikutnya Capacity Building, mental pembangunan, membangun semangat dan perubahan. Seorang Murabbi harus menekankan pada binaannya untuk selalu mencatat poin-poin penting dari talaqqi madah, karena catatan merupakan bukti kesungguhan seseorang dalam menuntut ilmu.

Itulah yang dapat saya petik dari talaqqi madah pada pertemuan pertama di IMM angkatan ke-2 yang dibawakan oleh ust. Setiawan dengan meddo’meddo jowonya yang kental >_<

Semacam Apa Dirimu ?

hei kamu ! tugasmu belum selesai begitu saja. kau tinggalkan diriku semudah itu.

Kau anggap apa aku ini ?

hei dirimu ! sebesar apa nyali yang kau miliki sampai berani membuatku terus memikirkanmu ?

Kau pikir aku ini apa ? 

hei dikau ! kenapa terus berlarian dalam benakku, kenapa terus mengguncang istana hatiku.

Kau anggap apa sebenarnya diriku ?

hei orang yang disana ! apa seasyik itu bermain didiri orang lain ?

Kau kira aku semacam video game gitu ? 

hei orang jelek ! kenapa kau begitu menawan, bertebaran sebijaksana awan.

Kau anggap diriku udara apa ?

hei penakut ! kenapa begitu berani menelantarkan parasaan orang ?

Kau pikir diriku sempurna dan bisa menahannya ?

hei bodoh ! Kenapa begitu mudah bagimu menjawab sekaliber tanyaku, dan berpuluh sejenisku ?

Kau pikir aku ini benalu ?

hei si cacat ! Kenapa begitu sempurna pribadimu di batas pandangku ?

Kau pikir diriku langit ?

hei miskin ! Kenapa dirimu memiliki segalanya yang tidak orang lain miliki ?

Kau anggap diriku tim penilai apah ?

hei kau yang laksana kran air ! kenapa semudah itu memutar diri membuat beningku deras ?

Kau kira aku shower gitu ?

 

sebenarnya wujudmu seperti apa ? Aslimu seperti apa ?  dan dirimu sesempurna apa ?

😥 

biarlah kristal putih yang terus berguguran ini menjadi jalan gugurnya rasaku ! 

kau ! !

#ah, sudahlah.

Menonton Pelangi

Senja sebentar lagi menyapa, cahaya berjuta warna itu belum juga hilang dari pandangku, namun anehnya ketika kudekati, cahaya itu hanya sebuah hologram yang bisa dilihat tanpa dapat dirasakan, tanpa menyentuhnya. keindahannya melumpuhkan beratus pasang mata, lebih terkenal dari bintang dunia. dan Cahaya itu bernama PELANGI. 

Mungkin seperti itu perumpamaannya, ketika pelangi hanyalah sebuah tontonan belaka tidak mengenyangkan apalagi memuaskan. hanya tontonan teman ! pelangi milikku bernama beluddru, indah, dan bisa dirasakan. indahnya memang tak seindah hologram Tuhan. tapi sejuknya kata yang keluar dari rongga dirinya melebihi Narnia sekalipun. 

Baru saja aku dikejutkan dengan tingkah pelangiku, entah aku yang begitu kerasan atau dia yang terlalu transparant. aku benci dia ! aku benci benar pada sifatnya. dasar sifat tontonan, hanya buaian belaka. kini yang keluar dari ronggamu terasa menjijikan. besar usahaku menjaga diri, sebesar usahamu meruuntuhkan tembok kepercayaan ini. 

Kini keputusan terakhirku adalah melepasmu, beluddru tanpa warna, aku tidak lagi bisa mengandalkanmu dalam dinginnya malam, dalam pengapnya udara bahkan dalam kejenuhan pribadi. Kuserahkan dirimu kepada yang lebih pandai mengurusmu, kata muayyid itu “mungkin Allah tidak pernah menjauhkan seseorang dari apa yang seharusnya ia dapat. kalaulah memang untukku, tentu Allah akan mendekatkannya sedekat mungkin, begitupun sebaliknya. maka, jangan pernah menyerah saat tulang-tulang ini bergerak dalam suatu usaha yang melelahkan walau tak jarang kita harus sampai menangis untuknya. percayalah bahwa kebaikan yang memang Allah takdirkan untuk kita tidak akan pernah tertukar dengan orang lain. allahu a’lam”. selamat jalan beluddruku, si merah marun dalam genggamku. 

-meski aku pernah benar-benar mencintaimu-

Reblog From Yeppopo

Yeppopo 한국 POP 좋아요

Jang Geun Suk dan Yoona yang terlihat seperti pasangan sungguhan diKBS 2TV’s ‘Love Rain’ menciptakan buzz.

Pada episode 16 yang ditayangkan pada tanggal 15 Mei, Seo Joon (diperankan oleh Jang Geun Suk) dan Jung Ha Na (diperankan oleh Yoona) mengaku saling cinta tak terbendung yang mereka rasakan terhadap satu sama lain. Untuk episode 17 yang ditayangkan pada tanggal 21 Mei, Joon dan Ha Na terlihat berbelanja sekitar di pasar seperti pasangan pengantin baru dan ini menarik banyak perhatian dari penonton.

Lihat pos aslinya 144 kata lagi

Aksi Kesan Beludru

ini pernah datang darinya-

“cinta baru berharga jika diberikan kepada seseorang yang menghargainya”

aku memang tak begitu mengenal secara detail bagaimana
sosok pribadi, prinsip, idealis dan persepsi lakon hidupmu…
tapi jangan salah,
manusia memiliki kepekaan
yang berbeda…

kau harus tahu…
yang kutawarkan adalah “jalinan cinta yang tulus”
dan dalam hal ini tak ada yang harus kau lakukan untukku
biarkan hati ini merindui,
biarkan hati ini menyayangi, apapun yang ada di dirimu
siapapun dirimu, karena tulusku tak butuhkan
bukti dari semua itu…

aku tau…
di antara kita ada kesamaan, dan…
di antara kita ada banyak ketidaksamaan
bila dengan 1 kesamaan saja sudah cukup membuatku percaya,
apakah ketidaksamaan akan menjadikan rasa ini tak layak untuk kumiliki?

aku mencintaimu, tanpa syarat kau juga harus begitu
aku biarkan kau tempati satu posisi dalam hati
tanpa ada kesepakatan denganmu…
jadi, maafkan aku bila keputusanku ini salah menurutmu…

siapa dan bagaimana aku itu tidak penting
dengan apapun kau menyebutku, itupun tak penting
yang penting adalah siapa kau bagiku…
memang, tak ada yang bisa aku lakukan untukmu
tuk buktikan rasa yang ada…
tapi yang pasti, aku miliki 3 hal untukmu….
1. tulus
2. percaya
3. doa

lupakan aku dalam tiap saatmu
tapi ketika kau tengadahkan kepala
dan melihat sapaan bintang di atas sana,
ingatlah….kalau jauh di sana
aku pun melihatnya…
dan rindukanmu.

 

Beludru Ssspons^^